Membekap Mafia Tanah Didesa Seantis,Anggota PWI Menghalangi Tugas Wartawan Saat Peliputan

Siasatnusantara.com – Deli Serdang II Berdampak terhadap pemberitaan disalahsatu media online ‘Prospek News Global’ pada tanggal 13 Juli 2020 lalu terkait pengerusakan lahan serta pencurian kayu milik Manimadi dan ketika akan dikonfirmasi awak media Prospek News Global terkait prihal tersebut.

Dengan sikap arogannya anak main inisial W disinyalir mafia tanah di Desa Saentis dan Desa Sampali Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang yang diketahui berinisial N mencak-mencak dan menghalang-halangi tugas wartawan yang akan meliput pengerusakan itu dan diduga inisial N ada disinyalir ada keterlibatan karena untuk menutupi aibnya, N mengaku-ngaku sebagai anggota PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Sumatera Utara kemungkinan membekap bos mafia tanah inisial W tersebut.

Hal itu diutarakan Awaluddin Ginting wartawan Prospek News Global kepada awak media lainnya, di Desa Seantis.

Diterangkannya, Pengerusakan lahan disertai dengan pencurian kayu, Senin 06 Juli 2020 berlangsung sampai sekarang. Ironisnya kuil tempat ibadah umat Hindu dilahan milik Manimadi kena imbasnya. Kuil tempat ibadah Manimadi rusak parah menyebabkan tempat ibadah tersebut tidak bisa dipergunakan lagi.

Konon pengerusakan lahan disertai menayangkan surat somasi tertulis, Jumat 17 Juli 2020 kepada Manimadi dari H.Selamat, SH, MH dan Drs. Jalaluddin, SH, MH Advokat/Penasehat Hukum pada kantor Advokat HSN dan Associates kuasa hukum Widodo berkantor di Jalan Seser No 60 A, Kelurahan Siderejo Hilir Kecamatan Medan Tembung Kota Medan dengan tujuan agar memindahkan kuil. Surat somasi diantar Tukiman Kadus Lorong Pendowo.

Dalam konteks ini Manimadi memohon kepada Kombes Riko Sunarko Kapolrestabes Medan untuk mempercepat proses hukum berdasarkan laporan Nomor: STTLP/1673/YAN.2.5/K/VII/2020/SPKT RESTABES MEDAN atas laporan Manimadi tanggal, 09 Juli 2020 lalu, karena kalau ini dibiarkan maka kerusakan yang dialami dilahan Manimadi akan bertambah parah, ujar Awaluddin.

Ditambahkan Manimadi, saya merasa sangat resah atas tindakan yang dilakukan oleh Nasib, Supri, Wariono terlebih lebih Nasib mengaku-mengaku orang PWI, terkesan PWI membekap, meresahkan masyarakat Desa Sampali dan Desa Saentis.

Kita meminta kepada PWI Provinsi Sumatera Utara untuk mengusut tuntas atas pengakuan sdr Nasib agar pengakuan Nasib tersebut dapat dibenarkan, kalau ternyata bohong, maka harus segera ditindak karena mencoreng institusi oraganisasi wartawan tertua di Indonesia, pungkas Mani. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *