Ikut-Ikutan Unjuk Rasa “OMNIBUSLAW’ 17 Pelajar Ditangkap Polresta Siantar

Wakapolresta dan kasat Reskrim ketika memberikan pengarahan berupa nasehat didepan ruangan kasat reskrim pollresta siantar.terhadap pelajar yang terjaring ikut ikutan unras

Siasatnusantara – Siantar II Kamis15/10.2020 Unjuk Rasa para mahasisiswa/wi.USI (Universitas Simalungun) didepan gedung DPRD kota siantar untuk menyatakan sikap dalam orasinya menolak UU ketenaga kerjaan Omnibuslaw, Adapun dalam aksi unjuk rasa tersebut para personil Sat -Reskrim juga Sat-Intelkam polresta siantar, bergerak untuk mengadakan pam keamanan..

Disaat diadakannya orasi sat Intelkam beserta sat Rekrim pokresta siantar menangkap seseorang pelajar yang membawa karton bertulis kan “Bakar Kantor DPRD Siantar Menyikapin hal tindakan para pelajar tersebut. dari bebagai titik diwilayah unjuk rasa di kantor DPRD kota SIANTAR ditangkap nya 17 orang pelajar yang ikut ikutan dalam aksi unjuk rasa.

Adapun ke 17 pelajar tersebut berasal dari berbagai sekolah yang berbeda dan berada dikota siantar ini dan dua orang diantaranya baru tamat dari sekolah salah satu SMK. Keseluruh pelajar tersebut dibawah kepolresta siantar untuk diperiksa dan di data.juga lainnya. Dalam hal hasil pemeriksaan data, ada tiga orang yang dilakukan test urine.
Dari hasil tes urine dinyatakan hasil dari seseorang berinisial AT didapati hasilnya Positif menggunakan “GANJA’,

Ketika hal ini ditanyai oleh Kasat narkoba Polresta Siantar Akp Davit Sinaga SH.Msi kepada inisial AT tersebut mengapa hal ini bisa terjadi (Positif) Inisial AT (lk).Mengatakan.”cuma sedikit nya saya pakai pak dan saya dapat dari teman saya,itupun ketika saya masih bekerja dimedan beberapa waktu lalu”‘. imbuhnya, kepada Kasat-narkoba Akp Davit..
Berdassr dengan ucapan nya tersebut Kasat narkoba Davit memerintahkan penyidiknya untuk meLidik AT

Diantara dari hasil pemeriksaan data lainnya adanya ditemukan disesuatu chat whatsaap.dari handphone seseorang pelajar yang berisikan isi chat whatsaap nya tersebut mengatakan “bakar kantor DPRD”,kota siantar Ketika ditanya kepada sipemilik handphone siapa yang mengirim chat tersebut.pelajar sipemilik handphone tidak mengenali sipengirim chat kepadanya. imbuhnya kepada penyidik.

Dan dari beberapa pelajar yang terjaring disita juga beberapa alat untuk melakukan aksi unjuk rasa diantaranya bendera,,karton yang bertuliskan ‘Bakar kantor DPRD siantar,dalam hal ini kasat reskrim Akp Edy Sukamto SH.MH.
memerintahkan para anggotanya untuk melidik para pelajar yang terjaring.

Ketika ditanya awak media kepada Kasat Reskrim Polresta Siantar Akp Edy S.SH.MH
Apa tanggapan beliau tentang hal ini? Kasat Edy mengatakan “untuk mengantisipasi Upaya penyusup yang mengakibatkan Kericuhan ketika Unjuk Rasa” Dan dengan adanya kita temukan bukti tulisan dikarton juga isi chat whatsaap dari handphone seseorang pelajar yang mengatakan “bakar kantor DPRD” kota siantar, maka dari dasar itu kita tangkapin mereka – mereka semua.imbuhnya keawak media.

Ditanya Sanksi apa yg diberikan.Kita Akan panggil orangtua dari masing masing pelajar ini.
Untuk kita adakan sosialisasi dan membuat surat pernyataan

Pantauan dari beberapa awak media pada saat pelajar yang terjaring tersebut berada didepan ruangan kasat reskrim

Kasat Reskrim Edi Sukamto SH.MH.Mengimbau kepada seluruh pelajar yang terjaring.
Agar untuk kedepannya tidak mengikutin ajakan-ajakan sesat yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan aksi unjuk rasa omnibuslaw ataupun unjuk rasa lainnya ujar kasat Edy kepada pelajar

Dan apabila ntinya kembali kamu-kamu semua para pelajar ini saya temukan ataupun kena tangkap oleh saya ataupun para anggota saya. Melakukan aksi unjuk rasa, Saya tidak segan segan lagi untuk menindak kamu semua,akan saya tangkap dan saya kenakan sesuai dengan pasal KUHP yang berlaku imbuh kasat Edy kepada semua pelajar yang terjaring

Untuk menyakinkan para’pelajar yang terjaring. Apa bila mereka nti nya kembali kena tangkap,Kasat Edi memerintah kan dari salah seorang pelajar yang terjaring membacakan pasal KUHP. yang dikenakan kepada pelajar ntinya.

Dihadapan teman temannya.pelajar yang terjaring salah seorang dari pelajar yang terjaring membacakan isi dari KUHP yang dikenakan terhadap pelajar apabila ntinya tertangkap ataupun terjaring kembali dalam aksi unjuk rasa apapun itu bentuk nya imbuh kasat Edy kepada para pelajar.

Disisilain ketika Wakapolresta Siantar Kompol Dolok Panjaitan SH.keluar dari ruangannya melihat hal tersebut.
Waka Dolok langsung hampiri para pelajar yang terjaring dalam aksi unjuk rasa tersebut

Lalu bertanya kepada seluruh pelajar yang terjaring “Sudah makan. apa belum”‘ ?? Para pelajar menjawab pertanyaan Waka serasa bersama sama serentak mereka berkata Sudah Pak” imbuh pelajar yang terjaring menjawab waka.Dolok.

Wakapolresta siantar Kompol Dolok Panjaitan SH. kembali bertanya kepada pelajar apa pekerjaan dari orang tua dari masing-masing pelajar.juga menanyai alamat mereka. Diketahui semuanya orang tua dari masing – masing pelajar masih bekerja dan dalam semua posisi pekerjaan nya dalam keadaan bagus dan baik

Beberapa dari pelajar juga diketahui ada yang berwarga dari kabupaten simalungun dan Waka Dolok anjurkan kepada kasat reskrim Akp Edy.S.SH.MH,agar semua dari pelajar ini di Rapit-test covid 19..yang tujuannya untuk mengurangi penularan dan penyebaran covit 19 dikota siantar ini umum nya

Wakapolresta siantar Kompol Dolok juga memberikan nasehat-nasehat kepada pelajar agar selalulah menyayangi dan patuhlah terhadap orang tuanya masing masing Rajin rajinlah belajar. jauhi segala perbuatan- perbuatan yang mengakibatkan merugikan diri kita sendiri juga keluarga agar menjadi regenerasi yang baik untuk kedepannya..Imbuh Wakapolresta siantar Kyompol Dolok Panjaitan SH mengakhiri kata kata nasehatnya terhadap para pelajar yang terjaring tersebut..(DENI Alias Chaca)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *