Usaha Pemerintah Meningkatkan Perekonomian di Kab. Humbang Hasundutan

Siasatnusantara – Humbang Hasundutan II Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan melalui Dinas Koperasi Perdagangan dan Perindustrian melakukan berbagai usaha untuk menggerakan roda perekonomian usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Bantuan tersebut ditujukan untuk 12 juta pelaku UMKM di seluruh Indonesia. Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan melalui Dinas Kopedagin sampai saat ini sudah mengirimkan sebanyak 2.100 Pelaku usaha Mikro ke Kementerian Koperasi dan UKM RI dan untuk keberhasilah proses penerimaan hibah di tentukan langsung dari pusat dan di konfirmasi langsung ke HP si penerima, hal ini disampaikan Ibu Nurlija Pasaribu, S.Kom M.Si selaku Kabid di Dinas Kopedagin Kab. Humbang Hasundutan.

Nurlija menyampaikan untuk Pelaku UMKM yang tidak memiliki pinjaman berupa KUR (Kredit Usaha Mikro) bisa mendaftarkan dirinya ke Dinas Kopedagin yang beralamat di Jl. SM. Raja No. 68 Doloksanggul, wawancara singkat ini berlangsung di ruang kantor Kabid pada hari Jumat (23/10/20).

Pembiayaan ini diberikan secara hibah kepada pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) sebagai dukungan pada program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Bantuan ini bertujuan agar ada penyebaran yang proporsional terkait stimulus pemulihan ekonomi.

Nurlija menyebutkan adapun syaratnya adalah:

  1. Menyertakan KTP suami / istri
  2. Melampirkan Kartu Keluarga
  3. Memiliki Usaha
  4. Surat izin usaha. Bisa surat keterangan berusaha dari kelurahan juga boleh.
  5. Tidak sedang menerima kredit atau pembiayaan dari perbankan dan KUR
  6. Memiliki rekening bank.
  7. Mengisi formulir pendaftaran di Kantor Dinas Kopedagin.

Bantuan Presiden (BanPres) atau Bantuan Langsung Tunai (BLT) ini diberikan bertujuan untuk membantu usaha mikro agar bertahan di tengah pandemi Covid-19 sekarang ini

Nurlija juga mengatakan, pelaku usaha UMKM yang penerima bantuan ini adalah yang memiliki usaha kecil bukan pelaku usaha yang sudah memiliki usaha yang besar atau sudah mapan.

Bantuan ini juga bukan pinjaman atau kredit. Oleh karena itu, penerima tidak dipungut biaya apapun dalam penyalurannya. Dan bantuan uang Rp2,4 juta di transfer langsung ke rekening bank pelaku usaha dan proses pendaftarannya juga gratis.

Untuk informasi pencairan melalui pesan masuk atau sms dari BRI yang memberitahukan pelaku usaha lolos sebagai penerima bantuan BPUM atau dapat di cek langsung melalui https://eform.bri.co.id/bpum

“Pendaftaran terakhir 9 November 2020. Jadi, bagi pelaku usaha yang memenuhi persyaratan silahkan langsung datang untuk mengisi formulir di Dinas Kopedagin dengan membawa persyaratan diatas,” imbuhnya.(Jamespurba)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *