Bibit Pinang Bantuan Dinas perkebunan dan Pertanian Aceh Dipertanyakan

Siasatnusantara. Com – Aceh Selatan || TAK berlebihan jika para petani di Aceh Selatan menolak bibit pinang bantuan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh. Bibit yang diberikan kepada mereka tidak sesuai spesifikasi; tidak sesuai harapan.

Buruknya kualitas puluhan ribu bibit pinang itu sangat kentara. Batangnya kurus, daun menguning dan kering. Perawakannya tidak seperti bibit unggul. Selain kondisi batang yang buruk, kuantitas yang diterima petani juga tidak sesuai.

Awalnya, mereka mendapatkan kabar bahwa Dinas Pertanian dan Perkebunan akan membagikan 15 ribu batang. Namun masyarakat hanya menerima sekitar 12 ribu batang.

Seperti yang disampaikan Ketua Formak Aceh Selatan, Zamzami, pengadaan ribuan bibit pinang batara yang disalurkan kepada masyarakat itu diduga diselewengkan. Hal ini diketahui setelah mereka memantau penyaluran di Paya Peulumat, Kecamatan Labuhanhaji Timur, Aceh Selatan,

Sektor pertanian dan perkebunan memang rawan dikorupsi. Hingga saat ini, masih saja ada pejabat di daerah, baik di instansi vertikal, di pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota, yang menikmati uang haram hasil kongkalikong pembelian bibit.

Keterlibatan masyarakat dalam mengawasi proyek ini tentu sangat dihargai. Karena tidak mungkin aparat penegak hukum mengawasi seluruh proses lelang pengadaan bibit yang ada dalam satu tahun anggaran. Masyarakat harus dilibatkan dalam upaya pencegahan dan penangkalan.

Penolakan petani terhadap bibit ini juga menjadi contoh yang baik. Hal ini hendaknya dilakukan oleh seluruh petani penerima bantuan sehingga para tidak ada aparatur negara yang mengorupsi bantuan tersebut.

Tapi aparat penegak hukum juga tidak boleh lepas tangan. Setelah mendapatkan laporan, mereka harus menindaklanjuti hal itu dengan memeriksa secara seksama potensi kerugian negara. Dengan demikian, masyarakat akan semakin berani untuk melaporkan dugaan-dugaan penyelewengan. Jangan tenang-tenang saja.

Sayang jika semangat masyarakat untuk memerangi korupsi ini kandas bersama hilangnya kepercayaan kepada aparat penegak hukum. Apalagi sampai masyarakat tahu bahwa aparat yang diharapkan bertindak malah pura-pura tak melihat penyelewengan itu.pihak media mencoba korfirmasi kadis perkebunan dan pertanian Aceh melalui pesan singkat WhatsApp mengatakan,coba jumpai Kabid Cut Huzaimah dikantor kompleks keistimewaan,pihak media pun mencoba jumpai Kabid tersebut, Cut Huzaimah sedang ada rapat kata salah satu satpam dinas tersebut,hingga berita di unggah (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *