Akhir Desember 2020 Lanjutan Pembangunan Break Water Sisi B PPS Kutaraja Ini Sudah Selesai Dikerjakan

Kepala UPTD PPS Kutaraja Lampolo Kota Banda Aceh, Oni Kande diruang kerjanya. Rabu (2/12/2020)

Siasatnusantara. Com – Aceh II Pelaksanaan lanjutan Pembangunan Break Water sisi B PPS Kutaraja, “pekerjaannya sudah mencapai sembilan puluh persen, Sekarang hanya tinggal tahap finising saia, “

Demikian dikatakan oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Aceh, DR, Ir, Ilyas M. P Melalui Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Samudra (PPS) Kutaraja Lampolo Banda Aceh, Oni Kande kepada Siasatnusantara diruang kerjanya. Rabu (2/12/2020)

Dijelaskan, Saat ini pekerjaannya terus dipacu, ” diperkirakan akhir desember 2020 ini sudah selesai dikerjakan.’ Ujar Kepala UPTD PPS Kutaraja itu.

Pekerjaan Lanjutan Break Water Sisi B Pelabuhan Perikanan Samudra (PPS) Kutaraja Lampolo Kota Banda Aceh, kini hanya tinggal pekerjaan finising saja, diperkirakan pada akhir akhir akhir desember 2020 pelabuhan kebagaan masyarakat Aceh itu sudah rampung.

Ditambahkannya, Pembangunan Lanjutan Break water sisi B PPS Kutaraja Lampolo Kota Banda Aceh ini panjangnya sekitar 800 meter dan anggarannya Rp 18 Miliar Rupiah bersumber dari APBA Tahun 2020.

Selanjutnya , Oni mengatakan dengan selesainya perkejaan Break water lanjutan ini kedepannya tidak ada lagi penambahan break water, paling untuk pemeliharaan dan perawatan aja, ” Jadi untuk penambahan break water sudah selesai seratus persen.” Jelas Oni.

Waktu dahulu, kata oni , setiap bulan September S/d Desember tiap tahunnya biasanya banyak air laut dari luar masuk kedalam kolam pelabuhan yang berdampak pada permukaan kolam menjadi tidak tenang ( bergelombang) akibatnya kapal yang bersandar berbenturan keras dengan dermaga pelabuhan.

Harapan kita dengan sudah memadainya break water ini keadaan kolam pelabuhan akan lebih tenang sehingga kedepannya akan lebih banyak kapal yang bisa bersandar dipelabuhan perikanan samudera ini , ” Semoga harapan kita untuk menjadikan PPS Kutaraja sebagai pelabuhan perikanan samudera yang bertaraf internasional bisa terwujud.” Imbuhnya .(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *