Oknum Kepala Desa Pargambiran, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi Diduga Keluarga Arogan

Siasatnusantara.com – Dairi || Kepala Desa Pargambiran, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi diduga Keluarga Arogan. Pada hari Selasa / 08 Desember 2020, awak media mencoba menyambangi rumah Kepala Desa Pargambiran tepatnya di dusun III, (IS).

Untuk mengkonfirmasi, terkait masih tutupnya kantor desa pukul 09.17 karena perangkat desa mengatakan masih dirumah.

Sesampainya dirumah kepala desa dusun III, tidak ketemu dengan Kepala Desa tersebut, Cuma ada istri dan adeknya. Berselang beberapa menit Kepala Dusun III datang menyambangi awak media, Kepala Dusun tersebut meminta Id Card dan surat Tugas, setelah dicoba untuk konfirmasi yang diduga Adek kepala desa tersebut memotong-motong pembicaraan dengan arogan.

“Lok ma diberitahon mangalului kesalahan do halak on menjelang tahun baru asa adong parsiminyak (biar aja diberitakan mencari kesalahannya orang ini biar ada beli minyak) “ucapnya dengan sombong dan arogan.

Tak berselang lama Kepala Desa IS datang menggeber-geber sepeda motornya sebelum turun, bahkan awak media mencoba mengenalkan dirinya namun sampai 18 detik salam itu diterima. Belum sempat melanjutkan pembicaraan aha urusan muna (apa urusan kalian) sambil bolak balik masuk rumah, selanjutnya kepala desa tersebut mengucapkan Lao ma Hamu Unang Sanga emosi au (pergi kalian jangan sempat emosi aku) usirnya dengan Arogan.

Padahal, awak media sudah mengatakan dirinya wartawan, menunjukan Id Card dan Surat Tugas kepada Kepala Dusun III. Terkait dengan hal itu, Munthe mengatakan, kerja wartawan dilindungi Undang-Undang Pokok Pers. Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Karena itu, Munthe mengingatkan siapa pun yang Menghambat/Menghalangi tugas Pers diancam dengan hukuman penjara atau denda Rp. 500 juta.

”Ketika wartawan sedang mencari berita, dijamin Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999. Tidak boleh dihalang-halangi. Ketika dihalang-halangi, ada ancaman pidana, “ucap Munthe.

Untuk itu para wartawan yang datang meliput ke Desa Pargambiran berharap kepada penegak hukum untuk memanggil Kepala Desa IS karena diduga sudah menghalang-halangi tugas wartawan.(Abed Nego Sirait)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *