Penjelasan Satgas Covid-19 Terkait Penanganan Tiga Keluarga Besar SMA Negeri 2 Sidikalang

Siasatnusantara.com – Dairi || Adanya kekhawatiran beberapa pihak bahwa telah terjadi klaster kerja di SMA Negeri 2 Sidikalang, menanggapi hal tersebut Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Dairi melalui Kadis Kesehatan dr. Ruspal Simarmata memberikan penjelasan.

Bahwa Tn. SS dinyatakan terkonfirmasi positif berdasarkan pemeriksaan swab di Rumah Sakit Bina Kasih pada Jumat / 23 Oktober 2020, dimana istri pasien Ny. KP merupakan salah satu guru di SMA Negeri 2 Sidikalang. Selanjutnya, Sabtu / 24 Oktober 2020 tim penyelidikan Epidemiolog dari Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi, melaksanakan penyelidikan Epidemiologi untuk menelusuri ataupun mencari kontak erat terhadap Tn. SS.

Berdasarkan hasil tracing yang dilaksanakan ke rumah Tn. SS di Jalan 46 terdapat 10 orang yang menjadi kontak erat dan selanjutnya dilaksanakan pemeriksaan Rapid Test terhadap 10 orang, dan 2 orang dinyatakan reaktif tanpa gejala.

Informasi yang didapat dari keluarga bahwa Ny. KP tidak masuk kerja lagi setelah tanggal 12 Oktober 2020 lalu. Dan berdasarkan surat dari Rumah Sakit Siloam tertanggal 16 November 2020 dengan nomor laboratorium 20095481, pemeriksaan swab Ny. KP dinyatakan negatif, “urai dr. Ruspal Simarmata.

Sementara, Ny. TH adalah salah satu warga Dairi yg terkonfirmasi positif, berdasarkan surat dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara nomor: 443.33/ 19646/ Dinkes/ XI/ 2020 tertanggal 27 November 2020. Pekerjaan suaminya Tn. JB, salah seorang guru yang mengajar di SMA Negeri 2 Sidikalang.

Berdasarkan surat Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, tim penyelidikan Epidemiologi Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi bekerjasama dengan Puskesmas didampingi aparat desa melaksanakan tracing ke Desa Sitinjo II. Hasil tracing ditemukan kontak erat sejumlah 2 orang dan hasil Rapid Testnya, 1 orang reaktif dengan gejala ringan dan 1 lagi non reaktif serta dianjurkan untuk melaksanakan isolasi mandiri.

Kemudian, komunikasi dengan pihak keluarga Minggu /06 Desember 2020, Ny. TH dan putrinya masih dirawat di Rumah Sakit GL Tobing dengan kondisi yang semakin baik. Sementara Tn. JB sudah diijinkan untuk pulang dengan hasil pemeriksaan swab negatif.

Demikian juga dengan Ny. RP (49) warga Jalan. 45, Kamis / 19 November 2020, dirujuk ke Rumah Sakit Bina Kasih untuk mendapatkan penanganan dan perawatan selanjutnya dan juga untuk pemeriksaan swab. Sabtu / 21 November 2020, Ny. RP dinyatakan positif. Selanjutnya, Selasa / 24 November 2020, tim penyelidikan Epidemiologi Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi melalui Puskesmas melakukan tracing terhadap keluarga dengan jumlah 5 orang yang dinyatakan kontak erat.

Hasil pemeriksaan rapid test dengan 2 orang dinyatakan reaktif tanpa gejala dan 3 orang non reaktif, serta kepada keluarga dianjurkan untuk melaksanakan isolasi mandiri. Setelah menjalani perawatan di RS. Bina Kasih, Sabtu / 05 Desember 2020, Ny. RP dinyatakan meninggal dengan surat Meninggal No 2659/SM/RSUBK/XII/2020 dan dikebumikan di Kecamatan Salak Kabupaten Pakpak Bharat.

“Berdasarkan hasil tracing ataupun penelusuran penyelidikan Epidemiologi terhadap keluarga besar SMA Negeri 2 Sidikalang, antara keluarga yang satu dengan keluarga yang lain tidak ditemukan kontak erat yang beririsan, sehingga tidak bisa diambil kesimpulan terjadi kluster sekolah di SMA Negeri 2 Sidikalang, “sebut Kadis Kesehatan Kabupaten Dairi dr. Ruspal Simarmata.

Kadis kesehatan menyampaikan setiap insiden terkait Covid-19 atau sesuatu yang mengganggu kenyamanan masyarakat selalu menjadi perhatian Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu. Beliau turun langsung menindaklanjuti kesiapan pemerintah termasuk juga dalam kasus ini.

”Pak Bupati selalu mengarahkan dan memantau agar Satgas Penanganan Covid-19 selalu memberikan perhatian dan langkah antisipasi dalam memutus penyebaran covid-19, “ujar dr. Ruspal Simarmata.

Maka untuk menindaklanjuti arahan Pak Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu yang juga selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Dairi, Kadis Kesehatan menambahkan bahwa setiap ada pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang terjadi di wilayah kabupaten Dairi, tim satgas Covid-19 Kabupaten Dairi tentunya segera mengambil tindakan yaitu tracing dan testing.

Ini upaya yang dilakukan untuk memutus penularan Covid-19. Satgas juga tetap mengimbau kepada masyarakat untuk selalu melaksanakan protokol kesehatan, cuci tangan sesering mungkin, memakai masker dan menjauhi keramaian.(Abed Nego Sirait)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *