Tanah Adat Tuan Bona Ni Ari, Diklaim Damanik cs (bag1)

Siasatnusantara.com – Simalungun II Sikap yang dipertontonkan oleh keluarga Damanik cs membuat keturunan Tuan Tinggi Gurning / Tuan Bona Ni Ari gerah, pasalnya Damanik cs mengklaim bahwa tanah dengan luas 25 ha yang mereka duduki adalah milik mereka yang diatas namakan daripada alm. Letkol Martoea Damanik dan Mayjend (purn) Pieter Damanik.

Adapun letak tanah tersebut disekitaran jalan lintas Parapat-Simarjarunjung yang berada di Gubba dekat bangunan ikan mas peninggalan dimasa pemerintahan alm Djabanten Damanik mantan Bupati Simalungun

Jabarangin Gurning (73) selaku keturunan Tuan Tinggi Gurning/ Tuan Bona Ni Ari ketika disambangi oleh kru media ini di kediamannya di jalan Asahan , Rabu (10/2). Mengatakan bahwa tanah tersebut sudah turun-temurun dari nenek moyangnya “Tanah tersebut sudah menjadi tanah adat kami yaitu keturunan Tuan Tinggi Gurning yang juga dikenal sebagai Tuan Bona Ni Ari , saya selaku cucunya akan mengungkap secara faktual kepemilikan sah atas tanah tersebut” ujarnya.

Masih menurut Jabarangin, bahwasanya di sekitaran tanah tersebut, adalah tempat yang sakral yang terdapat mata air Gubba ” Bagaimana mungkin mereka (Damanik cs) memiliki tanah itu, sementara saya tau persis dari dulu tanah itu adalah tanah adat kami (Tuan Tinggi Gurning/Tuan Bona Ni Ari) disekitaran tanah tersebut dapat ditemukan mata air yang dipergunakan oleh Oppung (nenek moyang) kami sebagai tempat memanjatkan Doa ” tambahnya.

Jabarangin juga akan membuka pintu kekeluargaan dengan Damanik cs untuk mengklarifikasi permasalahan kepemilikan atas tanah tersebut. Sampai berita ini ditulis, keluarga Damanik cs belum bisa dihubungi. (AfG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *