Miris..!! Dimasa Krisis Pandemi Covid – 19, Kepsek SD Negri 060934 Medan Lakukan Pungli Terhadap Siswa

Siasatnusantara.com, Medan || Dimasa Pandemi Covid — 19 , Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 060934 dengan tega lakukan ‘pungutan liar’ (pungli) terhadap orang tua murid Rp 100.000 ( seratus ribu rupiah ) dengan alasan untuk pengadaan baju Guru pad bulan Juni tahun lalu (2020) . Lalu dengan harapan pengambilan Izazah nanti mereka berharap tidak akan dikenakan biaya lagi.

Setelah pengambilan Izazah para Siswa yang akan lulus datang kesekolah guna untuk melakukan sidik jari. Ironisnya Kepala Sekolah SD Negri 060934 tersebut Masi melakukan pengutipan Rp 50 000 ( lima puluh Ribu ) lagi dari para siswa yang hendak lulus tersebut. Sehingga para Siswa yang tidak membawa uang disuruh pulang untuk mengambil uang supaya dapat melakukan sidik jari.

Hal ini mencuat setelah para orang tua Siswa ada yang keberatan karena Kepala Sekolah tersebut masih melakukan pungutan Rp 50.000 lagi guna untuk melakukan sidik jari ,dan mereka menyangka setelah menyerahkan uang Rp 100.000 yang lalu tidak ada lagi pungutan untuk pengambilan Izazah , tapi orangtua siswa tersebut merasa kaget karena masih harus membayar Rp 50.000 untuk melakukan Sidik Jari.

Sekolah SD Negeri yang beralamat di Jalan Luku ll, Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor ini juga diduga memaksa orang tua murid untuk membayar uang sidik jari untuk Pengambilan izasah SKHU dan diwajibkan bayar 50 ribu rupiah.

Dari keterang orang tua Murid yang berhasil dihimpun awak Media ini menuturkan bahwa Kepala Sekolah Meva Limbong, apabila belum membayarkan uang tersebut, maka tak segan – segan menyuruh pulang bagi Siswa Siswi yang tidak membayar dan izasah ditahan.

Lebih lanjut, menurut keterangan narasumber terpercaya yang enggan dimuat identitasnya pada media ini membeberkan bahwa Sekolah SDN 060934 juga sarat kecurangan.

Pasalnya di dalam papan plang nama sekolah tercatat SD ini terakreditasi A, namun menurut sumber, hal ini keliru dan tidak sesuai dengan yang sebenarnya, Ia pun menambahkan bahwa SD N 060934 masih terakreditasi B.

” Sekolah ini masih terakreditasi B, tapi di plang papan sekolah disebut terakreditasi A. Ini hanya akal akalan saja untuk menggait siswa siswi baru, agar sekolah ini terkesan sudah bagus” bebernya, sembari mewanti wanti agar namanya di rahasiakan Wartawan.

Anehnya penyerahan baju kenang kenangan yang dimaksut diserahkan pada bulan januari tahun 2020, hal ini pun menjadi janggal mengingat para Siswa Siswi yang lulus di agendakan pada bulan juni tahun 2020.

Terpisah dikonfirmasi lewat sambungan telepon, Kepala Sekolah Meva Limbong tidak berada di sekolah, Ia sedang memperbaiki mobil di bengkel sebutnya di ujung telepon, Senin (01/03/2021)

” Saya masih dibengkel mobil, dan tidak tau pasti jam berapa pulang jadi tak usah di tunggu” Kata dia.

Bersambung konfirmasi kedua, Selasa (02/03/2021) sekira pukul 10.00 wib awak media ini menyambangi sekolah yang dimaksut guna mengklarifikasi kabar yang berkembang, melalui guru piket jaga Br Pandiangan mengatakan Kepala Sekolah Meva Limbong tidak berada di tempat. Dihubungi via telepon celularnya. Namun sampai berita ini ditayangkan Meva Limbong belum memberikan tanggapan resmi. ( M2/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *