Betty Hutajulu Minta Kepastian Hukum Ke Polres Toba Atas Kepemilikan Sertifikat Tanahnya

Betty Hutajulu warga Laguboti Kabupaten Toba saat menunjukkan Sertifikat tanahnya yang diklaim orang lain sementara tanah tersebut sudah bersertifikat

Siasat Nusantara.com – Laguboti II Betty Hutajulu warga Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba meminta kepastian hukum atas kepemilikan sertifikat tanahnya kepada Polres Toba.

Hal ini disampaikan Betty Hutajulu di kediamannya di Jln Pasar Laguboti, Selasa (23/3/2021).

“saya sudah membuat surat ke Polres Toba pada hari ini Rabu,(23/3/2021), agar jangan ada orang yang mengganggu tanah saya

Menurut Betty Hutajulu hal ini disampaikan karena adanya pihak lain yang memasang plank milik orang lain diatas tanahnya yang terletak di Desa Lumban Gaol Tambunan Balige.

Menurut Betty Hutajulu, bahwa tanah itu adalah peninggalan almarhum suaminya dan sudah disertfikatkan ke Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Toba Samosir dan sudah dikeluarkan sertifikat oleh BPN Kabupaten Toba Samosir pada tanggal 09 Juni 2020 yang lalu.

“Sebelumnya juga saya mendapatkan surat somasi I dari kantor hukum Deliana Simanjuntak dan Rekan pada tanggal 09 Maret 2021 atas tanah saya tersebut”

“Kemudian saya juga mendapatkan surat undangan mediasi dari Kepala Desa Lumban Gaol pada tanggal 15 Maret 2021 juga atas tanah saya tersebut”

Yang menjadi pertanyaan saya adalah “apa arti sertifikat tanah saya tersebut kalau memang sesuka hati orang lain membuat plank bahwa tanah itu milik orang lain dan kepala desa mengundang saya untuk berdamai dengan orang lain sementara tanah saya sudah bersertipikat” ujar Betty Hutajulu dengan sedih.

Lebih lanjut Betty Hutajulu menjelaskan bahwa dia menikah dengan almarhunm suaminya pada tahun 1985 sebagai istri kedua karena suaminya sudah bercerai dengan istri pertamanya dan perkawinanya sudah didaftarkan di catatan sipil kabupaten toba samosir.

Menurut Betty Hutajulu tanah tersebut merupakan tanah warisan orang tua dari almarhum suaminya dan tanah tersebut sudah pernah digadaikan suaminya kepada Op.Naek Matupang.

Dan bersama almarhum suaminya kemudian tanah tersebut ditebus sebesar 400 kaleng padi bersih seraya menunjukkan surat asli penebusan tanah tersebut yang sudah dicoret kali sebagai tanda sudah ditebus.

Kemudian setelah suaminya meninggal dunia, dengan seijin anak anaknya kemudian Betty Hutajulu membuat sertifikat tanah tersebut ke BPN Kabupaten Toba Samosir dan sudah dikeluarkan sertifikat oleh BPN Kabupaten Toba Samosir , ujar Betty Hutajulu seraya menunjukkan sertifikat asli tanahnya.

Untuk itu “saya berharap agar Bapak Kapolres Toba Samosir dapat melindungi tanah saya tersebut karena sebagai warga negara yang taat hukum saya sudah membuat sertifikat tanah saya, jangan lagi saya di intimidasi oleh orang yang ingin merebut tanah saya” ujar Betty Hutajulu berharap.(FP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *