Judi marak di Sumut, Kapolda baru diharapkan Tindak Tegas

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Sumatera Utara D.Martin Siahaan ST

Siasatnusantara.com – Sumut || Maraknya permainan judi Mesin Ketangkasan atau dikenal judi Tembak ikan di Ibu Kota/Kabupaten Membuat Sumut makin tak terkendali.

Hal ini menjadi kekhawatiran tersendiri dari para tokoh masyarakat hingga tokoh agama di wilayah setempat.

Namun demikian, saat ini warga Masyarakat Sumatera utara mendapatkan secercah harapan, lantaran baru saja Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan rotasi sejumlah Kapolda dan kapolres di ruang lingkup mabes polri termasuk Polda sumut yang kini dijabat oleh Irjen Pol Drs Panca Simanjuntak

Salah satu Tokoh Masyarakat Sumut yakni, Ketua Pemuda Batak Bersatu (PBB) Provinsi Sumut, Martin Siahaan ST Kepada Wartawan berharap dengan hadirnya Kapolda yang baru dapat menindak tegas dan menumpas habis praktik tindak pidana pasal 303 tentang perjudian tersebut.

“Selaku ketua Pemuda Batak Bersatu, saya meminta agar Kapolda yang baru harus tegas dan berani untuk menindak tegas yakni menutup permainan judi Tembak ikan dan lain – lain yang begitu marak di Jajaran Polda Sumatera Utara ini,” kata Martin melalui sambungan telepon pada Rabu, (14/04/21).

“Semoga Kapolda yang baru dapat mengambil langkah tegas kepada oknum-oknum aparat yang diduga membekap perjudian ikan – ikan Ketangkasan dan lain – lain serta dugaan Peredaran narkoba dan miras ilegal di wilayah jajaran hukum polda sumut,” tambahnya.

Hal ini menurutnya agar menjadi efek jera bagi oknum-oknum dibalik jalannya praktik perjudian yang sengaja dimainkan ditengah maraknya pandemi Covid-19 dan bulan suci ramadan 1442 H.

Selain itu agar mengembalikan kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum dalam hal penindakan permainan Judi di Sumatera Utara

“Saya berharap dengan hadirnya Kapolda baru, persoalan judi di Sumatera Utara bisa ditertibkan, apalagi saat ini merupakan bulan yang begitu berkah yaitu bulan suci ramadhan dan saat ini juga sebaran virus Corona di Sumatera Utara masih tinggi. Jalannya aktifitas perjudian itu sudah pasti mengumpulkan banyak orang dan bisa jadi terdapat penularan klaster baru virus Corona nantinya,” tandasnya mengakhiri. (Ib)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *