Rekayasa Cuaca Dilakukan Untuk Menaikkan Level Tinggi Muka Air Danau Toba

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) akan melakukan operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) untuk menaikkan level tinggi muka air (TMA) Danau Toba di Sumatera Utara (Sumut). TMC dilakukan karena TMA Danau Toba sudah mendekati titik minimum.

“TMC merupakan upaya untuk memodifikasi pertumbuhan awan dengan memasukkan inti kondensasi ke dalam sistem awan sehingga hujan lebih cepat terjadi dan curah hujan yang dihasilkan menjadi lebih besar,” kata Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) BPPT Jon Arifian seperti dilansir Antara, Selasa (30/3/2021).

Kegiatan Pertama TMC DAS Danau Toba akan dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 1 April 2021 yang direncanakan dilakukan selama 20 hari mendatang.

Pesawat yang akan digunakan yaitu pesawat jenis Piper Cheyenne II registrasi PK-TMC milik BPPT dengan metode TMC menggunakan bahan semai Flare Cosat. Tim TMC telah menyiapkan bahan semai Flare Cosat sebanyak 170 batang di Posko TMC Danau Toba di area PT Angkasa Pura II Cabang Bandara Silangit, Sumut.

Operasi TMC akan dilaksanakan BBTMC BPPT bekerja sama dengan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum). Kegiatan tersebut diinisiasi Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Kemenko Marves) yang didukung oleh Polda Sumut dan Polres Tapanuli Utara, PT Angkasa Pura II Cabang Bandara Silangit, Pemprov Sumut, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, PJT I, dan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Dimana Danau Toba memiliki fungsi untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA), irigasi, juga memenuhi air baku bagi industri dan rumah tangga termasuk juga untuk daerah pariwisata.

Direktur Eksekutif Operasi dan Produksi PT Inalum (Persero) Reinaldy Harahap mengatakan tahun 2021 merupakan ketiga kalinya TMC dilaksanakan di Danau Toba. Hingga 26 Maret 2021, TMA Danau Toba berada pada level 903,20 meter, sementara level minimum di titik 902,40 meter agar PLTA di sana dapat tetap beroperasi normal.

Reinaldy menuturkan kondisi itu cukup mengkhawatirkan sehingga perlu langkah praktis untuk meningkatkan tinggi muka air di DAS Danau Toba. Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan TMC.

DAS Danau Toba menjadi sumber utama tiga bendungan dan dua PLTA yang dikelola PT Inalum. Bendungan tersebut yaitu Bendungan Pengatur, Bendung Sigura-gura dan Bendungan Tangga. Sedang PLTA yaitu PLTA Sigura-gura dan PLTA Tangga. PLTA Sigura-gura memiliki kapasitas produksi 286 MW dan PLTA Tangga memiliki kapasitas produksi 317 MW.

Cornelius A Nababan selaku team TMC DAS Danau Toba menuturkan untuk membantu pengamatan cuaca dan kondisi awan di wilayah target akan ditempatkan personel di dua lokasi Pos Pengamatan Meteorologi yaitu di daerah Porsea dan Merek.

Hasil pengamatan cuaca dan potensi awan hujan akan dilaporkan setiap saat oleh petugas di posmet (Pengamatan Meteorologi) kepada tim pelaksana di posko, untuk dianalisis dan dijadikan sebagai masukan guna menentukan strategi pelaksanaan penyemaian awan setiap harinya.

TMC Das Danau Toba bekerja sama dengan BMKG Stasiun Meteorologi Silangit untuk analisa data cuaca dan radar./(JCs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *