Subahri Hasibuan; Kasihan Anak Saya Ada Dua Orang Masih Kecil

Siasatnusantara.com – Medan || Jajaran Kepolisian Polrestabes medan mulai melakukan pemeriksaan terhadap oknum Atas nama Subahri Hasibuan (33) diduga sebagai tersangka. Pemanggilan tersangka atas kasus tindak pidana pemalsuan surat bon faktur bengkel Capella 2 gatot subroto, Senin (6/4/2021).

Seperti diketahui, kasus tindak pidana tersebut dilaporkan kepolrestabes medan oleh Heri Saputra Sijabat yang bekerja Sebagai kepala bengkel dilaporkan kepolrestabes medan tanggal 10 Desember 2020 dengan nomor: LP/1615/VII/2020/SPKT-Polrestabes Medan. Usai laporan ini masuk, pihak kepolisian kemudian melakukan penyelidikan.

Peristiwa dugaan tindak pidana ini terjadi tidaklah akan terduga sampai kasus yang panjang, dimana Subahri hasibuan hanyalah sebagai pembeli bon bengkel capella sebesar 100.000; (Seratus Ribu Rupiah) dari salah satu karyawan capella dan mengisi sendiri bon faktur capella tersebut.

Bon rembes tersebut tujuannya agar adeknya bisa melakukan pengekleman bon bengkel ke perusahaan tempat adeknya bekerja yaitu PT.IMA Karena bon bengkel selain capella tidak diterima oleh PT.IMA salah satu perusahaan asuransi tempat adeknya tersebut bekerja.

Namun pada saat PT.IMA melakukan audit pembukuan ditemukan hal yang janggal yaitu dengan adanya temuan pengekleman bon faktur dari capella sebesar 600rb dan hal itu lah yang membuat pihak capella melakukan laporan kepolrestabes medan tanggal 10 Desember 2020 dengan nomor: P/1615/VII/2020/SPKT-Polrestabes Medan.

Panggilan ke-1 status sebagai saksi terlapor tgl 19 oktober 2020 sudah diperiksa dan dilakukan gelar perkara pertanggal 2 Desember 2020 yang dipimpin oleh Ipda Jhonson Hutajulu.SE sehingga langsung peningkatan kepada Panggilan ke -1 status sebagai tersangka tgl 5 april 2021 tertanda tangan panggilan Oleh Kompol Refles Langgak Putra Selaku Kasat Reskrim Ekonomi Polrestabes Medan.

Namun Panggilan-1 sebagai status tersangkapun ternyata tidak bisa dihadiri oleh tersangka berhubung sedang sakit dilengkapi dengan surat sakit dan dikonfirmasi oleh wartawan siasatnusantara.com

“Saya sedang sakit bang sehingga tidak bisa menghadiri panggilan tersebut” Pungkasnya kepada media

Tambahnya lagi” Saya tidak tau bang kenapa kasus begini bisa jadi pidana padahal saya hanya bantu adik saya. Saya kan memiliki 2 orang anak dan istri jika sampe saya dipenjara maka anak anak saya tidak akan bisa lagi makan bang. Apalagi sebentar lagi kami mau puasa semua pasti akan hancur lah hidupku bang” Pungkas subahri hasibuan sambil menangis.

Menanggapi hal ini pihak media mencoba konfirmasi kepada juper Aipu B Dolok Saribu SH ” Coba aja dulu komunikasi ke perusahaan capella nya bang”.Pungkasnya kepada media.

Terkait Hukumnya dimana pelapornya adalah karyawan sebagai kepala bengkel dan bukan Pemilik perusahaan yang dirugikan. pihak media mencoba mempertanyakan Apakah laporan tersebut secara garis besarnya sudah memiliki kekuatan hukum?

Pihak Juper hanya melihat dari chat whatshaap media.

Tak hanya itu, pihak media juga melakukan konfirmasi kepada kepala bengkel terkait alasan melakukan laporan polisi dan terkait yang dirugikan?

“Kalau ini bpk bilangkan ..aku kurang faham lah pak..
Karena kalau laporan tidak kuat harusnya polresta gak terima pak”. Pungkas pelapor

Media; Apakah bapak tidak mengetahui jika subahri hasibuan memiliki dua orang anak yang masih kecil kecil dan bagaimana nasib anaknya tersebut nantinya pak?

“Pak..aq hanya karyawan pak..diperusahaan itu pak. Kalau bapak tanya itu ke aku..aq pun gak bisa jawab apa2 pak..aku hanya bisa meneruskan permintaan ini kemereka, Kalau ditanya samaq..hati nuraniq juga gak enak.lihatnya..karena teamq sendiri juga ikut pak. Jadi bolehlah bpk coba komunikasi ke bg nainggolan (PH-nya bg subahri saat ketemu sama org legal.kami) ya sampaikan langsung pak..kemereka..intinya aku tetap bantu sampaikan hal ini kelegal.pak..biar menjadi pertimbangan”. Pungkasnya pelapor (Ms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *