Dukung UMKM, Anggaran Pemprov Riau akan Dibelanjakan di Marketplace

Siasatnusantara.com, Pekanbaru – Gubernur Riau Launching penerapan belanja langsung pemerintah Provinsi Riau yang di adakan di Gedung Daerah Balai Serindit Jl. Diponegoro kota pekanbaru, Selasa (8/6/2021).

“Kita beri kesempatan UMKM masuk dalam pengadaan barang dan jasa di Pemprov Riau. Untuk nilai dibawah Rp 50 juta akan “dilepas” ke marketplace, jadi pemilik UMKM bisa ikut menjadi mitra dalam pengadaan. Total anggarannya sekitar Rp 715 miliar,” ujar Gubernur Riau.

Syamsuar menyampaikan bahwa pemerintah daerah perlu fokus untuk memperluas akses pasar digital guna memperbaiki kesenjangan digitalisasi antar wilayah serta bermanfaat bagi pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK) khususnya usaha mikro di berbagai daerah.

“Terlebih lagi penggunaan internet di Indonesia sudah cukup signifikan, hal ini cukup layak untuk bisa ke sistem digital,” katanya.

Syamsuar menyebutkan, upaya pemerintah dalam mendorong belanja pengadaan pemerintah ke segmen usaha mikro dan kecil adalah dengan penyediaan wadah yang dapat menjembatani antara pemerintah dengan pihak pemilik usaha UMKM. Dimana, digitalisasi UMKM dinilai dapat terakselerasi dengan peran platform dagang elektronik sebagai katalisatornya.

Syamsuar menambahkan, hingga saat ini Pemerintah Provinsi Riau melalui Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) sudah melakukan bimbingan teknis kepada pengguna di OPD yaitu pejabat pengadaan, pejabat pembuat komitmen, dan bendahara pengeluaran.

Kemudian sebutnya, bimbingan teknis juga dilakukan terhadap para pelaku usaha yang nantinya akan melakukan transaksi belanja melalui toko daring atau e-marketplace mbizmarket.co.id.

“Bimbingan teknis terkait penggunaan belanja langsung melalui tokoh daring ini senantiasa akan selalu dilakukan ke seluruh OPD untuk memperlancar dan mempermudah transaksi belanja pengadaan barang dan jasa dengan nilai hingga Rp 50 juta,” tuturnya.

Gubri menyebutkan, saat ini Provinsi Riau melalui Biro PBJ telah melakukan Bimtek kepada 14 OPD yaitu dengan personil yang dilatih sebanyak 43 orang, sedangkan untuk pelaku usaha sudah ada 40 pelaku usaha dengan 189 katalog produk yang sudah dionboarding atau tayang pada katalog produk mbizmarket.co.id.

“Bagi yang sudah mengikuti Bimtek ini sudah siap untuk bertransaksi,” ucapnya.

Syamsuar juga meminta kepada seluruh OPD melakukan transaksi belanja langsung melalui toko daring, dimana dari data Rencana Umum Pengadaan (RUP) Pemerintah Riau memiliki potensi belanja langsung yang dapat diserap pelaku usaha sekitar Rp715 miliar.

“Bagi yang belum mendapatkan bimtek untuk dapat berkoordinasi dengan Biro Pengadaan Barang dan Jasa Provinsi Riau,” tutupnya.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *