Terkait Penembakan Wartawan Di Simalungun, Polisi Tetapkan Tiga Orang Tersangka Dan Sebut Dalang Penembakan Adalah Pengusaha Tempat Hiburan Malam Ferari

Siasatnusantara.com – P.Siantar II Polisi telah berhasil meringkus penembak mati wartawan di Simalungun.Dan Tiga orang pelakupun telah ditetapkan sebagai tersangka.Hal ini berhasil diungkap berkat kerja giat Jajaran Dirkrimum Poldasu, bekerja sama dengan Sat Reskrim Polres Simalungun dibantu Sat Reskrim Polres Pematangsiantar.
.

Dalam keterangan persnya, mengenai telah berhasilnya pihaknya menetapkan tiga orang pelaku Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra S. menyebut, Pelakunya seorang oknum TNI AD berinisial AS, masih aktif dan berdinas di salah satu Kesatuan di Kabupaten Simalungun.Dan ia ditemani seorang temannya Warga sipil berinisial Yud. Penduduk Komplek Perumahan Senayan Indah, Kelurahan Tanjung Tongah, Kecamatan Siantar Martoba.Kodya Pematang Siantar.

Dan diketahui Aktor dari kasus penembakan yang menghilangkan nyawa ayah dari 2 (dua) orang anak ini, didalangi oleh pria berinisial S (57), salah satu pengusaha Tempat Hiburan Malam (THM) Ferarri yang berada dijalan Sisinga Mangaraja Kelurahan Sigulang gulang Kecamatan Siantar Utara Kodya Pematangsiantar.

Adapun latar belakang kejadian penembakan itu, lantaran timbulnya rasa sakit hati sipemilik THM Ferrari (inisial S) terhadap korban Mara Salem Harahap. Dengan diketahui korban kerap memberitakan persoalan peredaran narkotika di lokasi THM Ferari milik S tersebut.

Bahkan urai Kapolda Panca, Korban Mara Salem Harahap meminta jatah stabil uang senilai Rp 12 juta setiap bulannya dengan rincian 2 butir pil ekstasi setiap harinya dari pelaku S selaku pemilik THM Ferarri.

“Karena pemberitaan dan permintaan uang yang cukup besar itulah,menimbulkan pelaku S sakit hati dan terlebih lagi pelaku S tidak bisa menjalankan usahanya kembali.” maka pelaku S, mendalangi kejadian penembakan tersebut, Pungkas Kapoldasu Drs, Irjen Pol Panca Putra RZ Simanjuntak didampingi Pangdam 1 Bukit Barisan Mayjen Hasanuddin bersama pejabat jajaran Poldasu, Polres Simalungun, dan Polres Pematangsiantar, dalam keterangan Persnya dihadapan ratusan wartawan di Polres Pematang Siantar pada Kamis (24/6) sore bekisar
pukul 16,15 wib.
.

Selanjutnya ungkap Kapolda-Su Irjen Pol Drs Panca Putra RZ Simanjuntak, bahwa terungkapnya kasus penembakan yang menewaskan korban Mara Salem Harahap, setelah pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap 57 orang saksi baik yang berada di TKP maupun diluar TKP.

Adapun para saksi yang dimintai keterangannya oleh Penyidik Polda,diantaranya Saksi dari kantor redaksi Lassernews today sebanyak 7 orang, Saksi dari warung tuak 8 orang, dari Siantar Hotel 16 orang, dan saksi dari lokasi TKP 23 orang,juga saksi dari THM Ferarri 5 orang.Yang hingga akhirnya pihaknya dapat menetapkan para pelakunya, baik itu orang yang melakukan penembakan dan juga yang menyuruh, hingga terjadinya penembakan tersebut.

Kapolda juga membeberkan beberapa barang bukti yang berhasil disita pihaknya dari TKP juga dari lokasi diluar TKP,
diantaranya, 1 buah parang panjang didapati dari dalam mobil milik korbannya Mara Salem Harahap, kwitansi (bill) dari THM Ferarri, 1 buah senjata Sofgun.Baju korban dengan berlumuran Darah,.mobil korban (Datsun Go BK 1921WR) Satu buah senjata api organik jenis pistol, beserta 6 butir peluru kaliber, juga Satu unit Sepeda Motor merk Honda Vario berwarna hitam dengan nopol BK 6976 WAJ turut diamankan, beserta beberapa barang bukti lainnya.

Selanjutnya Kapolda kembali menerangkan,bahwa sebelum kejadian pelaku S mengajak Y dan AS bertemu dirumahnya di Jalan Seram, Kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Barat.Pelaku S menyampaikan kepada Y dan AS untuk menembak korbannya Mara Salem Harahap lantaran susah diajak kerja sama dan kerap memberitakan kegiatan THM Ferarri.Pelaku Y dan AS yang juga merangkap sebagai humas dilokasi THM Ferarri menuruti permintaan dari pelaku S, dan bersedia memberikan pelajaran dengan memberikan bidikan kepada korbannya Mara Salem Harahap.

Dan juga diketahui pelaku Y dan AS mengadakan pertemuan di salah satu Hotel.Tepatnya Jumat (18/6) siang. pelaku AS menjemput pelaku Y di Jalan Vihara.Setelah bertemu dan meminjam mobil Toyota Innova, pelaku Y dan AS beranjak pergi memantau keberadaan korbannya Mara Salem Harahap yang kerap singgah minum di lapo tuak milik boru Ginting di Jalan Rindung, Kelurahan Tanjung Pinggir Kecamatan Siantar Martoba. Dan Sehabis memantau keberadaan korban Mara Salem Harahap di lapo tuak, pelaku Y dan AS beranjak pergi menuju Hotel Alfina.”Habis itu pelaku Y dan AS balik ke THM Ferarri.”

Dan Tak lama di THM Ferarri, pelaku Y dan AS pergi menuju Hotel Sapadia.Disana pelaku AS hanya bermaksud meminjam kereta Honda Vario milik temannya.Menjelang malam pelaku Y dengan berboncengan dengan pelaku AS pergi menuju rumah korban Mara Salem Harahap. Hanya saja saat itu korban Mara Salem Harahap dilihat belum pulang kerumahnya.Persoalannya keberadaan korban Mara Salem Harahap saat itu sedang bersama seorang wanita menuju ke Siantar Hotel,untuk menemui temannya

Dan terakhirnya korban Mara Salem Harahap dengan mengendarai mobil Datsun Go (diamankan sebagai barang bukti) miliknya beranjak pulang menuju kerumahnya.Dan tepatnya ditengan perjalanan,menuju pulang pelaku Y dan AS berpapasan dengan korbannya Mara Salem Harahap yang lagi berjalan mengendarai mobilnya pulang menuju kerumahnya.

Pelaku Y dan AS langsung memutar balik arah tujuan dengan sepeda motornya berlaju untuk mengejar mobil korban Mara Salem Harahap.Tepatnya disaat posisi jalan tanjakan juga bergelombang, pelaku Y dan AS berhasil memepet mobil yang dilajukan korban Mara Salem Harahap.Dan disitulah pelaku AS Langsung meng-execusi (menembak) korban Mara Salem Harahap dari arah sebelah kanan mobil yang kebetulan kaca mobilnya terbuka lebar. Tembakan itu telak dan tepat mengenai kaki bagian atas (paha) sebelah kiri.”yang hingga membuat Marah Salem Harahap Meninggal dunia.

Tandas kapolda lagi, Sebelum terjadinya aksi penembakan, pelaku S ada mentransfer uang sejumlah Rp 15 juta kepada pelaku Y dengan tujuan uang tersebut untuk membeli senjata api. Dan setelah selesai menghabisi nyawa korban Mara Salem Harahap pelaku S juga mentransfer uang Rp 10 juta kepada AS. sebagai imbalan, juga pelaku S memberikan uang senilai Rp 8 juta kepada pelaku Y. Diketahui uang tersebut diberikan secara bertahap.

“Sekali lagi saya tegaskan pelaku AS adalah oknum TNI- AD.Dan perihal Persoalan senjata api yang digunakan untuk menembak korban, belum bisa dibilang milik kesatuan.Itu yang jelas pabrikan.” Dan penembakan terhadap korban Mara Salem Harahap ini memang telah direncanakan sehingga pelaku dijerat sesuai Pasal 338 jo 340 KUHPidana dan terancam Hukaman mati tutup Kapolda IRJEN POl.Drs Panca S.. (Chaca.Silitonga)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *